Headlines News :
Home » » Menjadi Wanita Karir Atau Ibu Rumah Tangga

Menjadi Wanita Karir Atau Ibu Rumah Tangga

Written By KMJ MESIR on Thursday, February 12, 2015 | 11:41 AM

Islam tidak membatasi hak wanita dalam berkarir selagi hal itu tidak mengabaikan peran utamanya sebagai ibu rumah tangga termasuk menjaga harta suaminya mendidik anaknya, bahkan islam sangat menjunjung tinggi martabat wanita. Betapa tingginya kedudukan wanita, dalam sebuah hadist yang menjelaskan kedudukan seorang ibu disebutkan tiga kali setelah ayah.

Abu Hurairah RA. Pernah berkata: Seorang lelaki datang menemui Rasulullah SAW dan bertanya:

Siapakah manusia yang paling berhak untuk aku layan dengan sebaik-baiknya?” 
Baginda Rasul menjawab: “Ibu kamu”.
Dia bertanya lagi: “Kemudian siapa?
Baginda Rasul menjawab: “Ibu kamu”.
Dia bertanya lagi: “Kemudian siapa?”
Baginda Rasul menjawab: “Ibu kamu”.
Dia bertanya lagi: “Kemudian siapa?
Baginda Rasul menjawab: “Ayah kamu”.[1]

Wanita tidak diperkenan melakukan apapun, bak seorang ratu permaisuri dalam biduk rumaah tangga, semua di tangani oleh lelaki mulai mencuci piring, masak, membersih rumah dll, itu semua pada hakikatnya adalah kewajiban suami, adapun kenyataan sekarang wanita lebih banyak di dapur dan dirumah itu merupakan ketaatan seorang wanita terhadap suaminya, lelaki lebih banyak berkecipung di luar sibuk mencari nafkah anak istri, sebagai istri yang solehah, peran mereka adalah membantu meringankan beban suaminya serta ikut andil dirumah, sehingga menjadi tradisi di masyarakat wanita itu tidak jauh dari dapur dan rumah.

Bahkan islam mamandang terlalu hina jika sesorang lelaki membiarkan perempuannya bekerja keras, karena dalam menafkahi anak istri adalah kewajiban seorang suami.

Namun miris tindakan ini disalah pahami oleh barat untuk memperalat wanita islam. Orang-orang barat menuding dan memprovokasi bahwa lelaki islam mengekang isterinya dan tidak memberi kebebasan pada istri nya, seakan-akan islam tidak memberi ruang bagi wanita.

Sekarang kita jumpai menjamurnya jebolan wanita karir hasil dari pemberontakan mereka dan doktrin barat, sehingga kasih sayang kepada anak terabaikan dan terlupakan. Bahkan pergaulan bebas dan kenakalan remaja merupakan bentuk nyata dari minimnya peran seorang ibu dalam keluarga.

Kesimpulan nya:

Wahai wanita… Kedudukanmu sangat mulia dimata Islam. Cukuplah menjadi ibu yang baik dan menjaga harta suami dirumah.
Wanita jadikanlah dirimu bagaikan Ratu Permaisuri dalam istana.

Penulis: Jumadi Arkawi 
Mahasiswa: Al-Azhar Mesir
Fakultas: Usuluddin.
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : KMJ Mesir | KMJ Forum | PPMI Mesir
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2013. VISI - MEDIA KMJ - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Modified © by KMJ MESIR